Faktor Penting Mempengaruhi Peringkat Web di Google

Banyak versi, benar, banyak sekali pendapat yang menyatakan tentang apa saja yang bisa mempengaruhi perangkingan sebuah Website di mesin pencari Google. Tapi jika berkaca dari teknik SEO, maka versi yang sering membuat bingung para pemula dan mereka yang sedikit paham tentang optimasi selalu menyatakan backlink. Dan memang benar, faktor utama (setidaknya versi SEO tempo dulu sebelum era Google Panda dan Google Penguin adalah backlink). Tapi tak semua backlink bisa berpengaruh, beberapa jenis backlink malahan bisa mengundang penalti Google.

Beberapa jenis backlink yang populer dan banyak dikenal diantaranya adalah;  keyword boombing, yang dimaksudkan dengan istilah ini adalah menyisipkan terlalu banyak kata kunci dengan tujuan untuk meningkatkan rangking sebuah Web di mesin pencari. Bahkan jika keyword tersebut disisipkan di bagian Heading (H1, H2, H3, dst...) ini juga tak lagi efektif di mata mesin pencari.

Selain penggunaan keyword yang berlebihan, hal lain yang bisa tak efektif dengan maksud membangun backlink adalah menggunakan tools pembangun backlink (Web 2.0, Blog Zombie, Private Blog Network (PBN) dan kroni-kroninya. Malahan penggunaan tools ini belakangan diketahui bisa menyebabkan penalti.

Sisanya, teknik membangun backlink yang jelas tak optimal masih ada lagi, contohnya; menggunakan bold/italic/underline, memasang backlink pada bagian komentar blog, guest book, social bookmarking dan sejenisnya. Jelasnya belakangan, backlink yang dibuat sendiri jadi salah satu yang menjauhkan Website dari kepopulera di mata mesin pencari Google.

Manfaatkan Potensi Keyword Secukupnya, Pahami Bentuk Web Hingga Kepuasan Pengunjung


Masih asyik blogging dan diributkan dengan jumlah kata kunci, mau dipasang dimana, harus diulang berapa kali, serta detil lain yang terkait dengan keyword boombing? Sebaiknya, mulai merevisi ulang cara pandang, andaikata pada saat seperti ini kita masih saja disibukkan dengan beragam pertanyaan macam begituan. Karena dari berbagai kutipan di internet tentang SEO, hal-hal semacam itu sudah tak lagi jadi satu tren yang mengejala di mata mesin pencari.

Alih-alih berfokus pada teknis rumit nan jelimet tentang menyelipkan kata kunci pada artikel yang malahan membuat postingan jadi makin tak terbaca dari segi human friendly, ada baiknya untuk SEO On Page fokus utama adalah membangun konten yang makin berkualitas dan sebisa mungkin unik dari kehari. Sisanya jelas adalah pengembangan penggunaan keyword dengan research keyword, yang tentu jangan disalah artikan bahwa dengan menemukan keyword dengan tren pencarian yang baik hal tersebut akan meningkatkan posisi Web di mata pencari, sebab dalam kenyataannya, penggunaan keyword yang secukupnya adalah yang terbaik di mata mesin pencari belakangan. Penggunaan keyword secukupnya disinya adalah menggunakan keyword di bagian, judul halaman serta URL, apalagi bila bentuk Web yang ada sederhana saja semisal blog.

Lebih lanjut tentang backlink dan SEO On Page, yang musti diperhatikan tak lagi melulu perkara segemuk apa keyword dalam setiap postingan, serta sebanyak apa backlink yang telah dibangun. Karena ditemukan juga Web dengan jumlah keywod banyak dalam setiap postingan serta backlink yang hampir ratusan masih juga jauh dari mimpi indah, halaman utama Google. Jika demikian, maka yang harus berubah bukan cara membangun Web secara teknis, melainkan bagaimana berpikir sebagai pengguna mesin pencari yang akhirnya tentu berubah menjadi pengunjung situs Web di seluruh jaringan internet.

Human Friendly, Backlink Yang Baik, dan Google Sebagai Sebuah Korporasi

Judul di bagian ini tentu jauh dari situasi pembahasan SEO secara teknis, karena lebih berbau pemikiran fundamental dan cara pandang Google sebagai sebuah perusahaan.

Lalu apa maksudnya?
Mengutip pembahasan para pakar SEO dan Master SEO Indonesia, Charlie M. Sianiapar, backlink yang tidak baik dibuat sendiri, sedangkan yang optimal di berikan oleh orang lain dari Website yang kompeten. Sama halnya dengan sebuah konten yang baik tentu tak sekedar, menjerang kata kunci, namun tentu memberikan value (nilai) bagi setiap pengunjung yang mengkonsumsi informasi di dalamnya.

Sementara itu, bila berpikir bahwa Google adalah sebuah perusahaan tentu dia juga memiliki saingan dimana harus tetap bertahan memberikan hasil tampilan penacarian yang optimal jadi titik temu pemikiran tersebut. Mengikuti tren Google yang human friendly, begitulah sebaiknya pemikiran memenangi kompetisi peringkat terbaik di mesin pencari.

http://www.rajaseo.net/
“The objective is not to make your links appear natural, the objective is that your links are natural.” - Matt Cutts